Template by:
Free Blog Templates

Minggu, November 22, 2009

Aglaonema Ruby

Pohon Agalonema saya beli kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Jenisnya adalah Aglaonema Ruby dengan jumlah 6 daun. Bukan dari jenis yang mahal memang. Karena saat itu saya hanya ingin coba-coba saja untuk memelihara Agalonema karena saat itu tanaman tersebut sedang booming. Tanaman itu kebetulan saya beli dari rekan kantor yang kebetulan juga berbisnis tanaman hias termasuk jenis Aglaonema.

Di rumah tanaman ini rajin saya siram, kadang dengan air biasa kadang dengan bekas air cucian beras. Sejalan dengan berjalannya waktu tanaman Aglaonema saya terus berkembang. Hingga saat ini kira-kira sudah tiga kali saya mengganti pot dengan yang lebih besar. Dan selama itu pula sebetulnya tanaman Aglaonema saya sudah keluar bunga nya sebanyak enam kali. Tetapi menurut teman, kalau kita tidak ingin menjadi petani tanaman, lebih baik bunga itu digunting/dibuang saja karena akan mempengaruhi pertumbuhan daun lainnya. Sebetulnya saya ingin juga mengembang biakkan tanaman ini tetapi tidak tahu caranya. Akhirnya saya putuskan untuk menggunting/membuang bunganya.


Menyenangkan sekali melihat pertumbuhan tanaman Aglaonema saya. Tak terasa sekarang tanaman Aglaonema saya sudah mulai tumbuh anak. Alangkah senang dan bangga nya saya. Ternyata kegiatan yang awalnya hanya iseng-iseng saja ini ternyata berkembang di luar yang saya bayangkan.

Akan saya rawat terus tanaman Aglaonema ini sampai saya masih bisa merawatnya. Mungkin kalau ada waktu luang yang lebih banyak saya ingin menambahkan beberapa jenis Aglaonema lainnya. Mudah-mudahan juga bisa ber-anak seperti Aglaonema Ruby saya ini.










Rabu, Oktober 07, 2009

"Mantra" JW

Oleh : Supadiyanto
Sumber : Kabar Indonesia


KabarIndonesia - "Jawa, Jawa Dwipa, Java, Java Tel Aviv, JW Marriot, Jewish, Jiwa ... Dari rahim sejarah terbukti kesahihannya, Pulau Jawa kuasa melahirkan orang-orang top markotop sejabalakat. Gadjah Mada, Sutawijaya, Airlangga, Sultan Agung, Raden Patah, Soekarno, Soeharto sampai Amien Rais dan sejuta, dua juta tokoh jempolan lainnya, yang jika tulis di halaman ini; habis waktu kita untuk itu. Pastinya bisa menghabiskan bermuka-muka halaman situs ini.

Lantas apa yang menarik dari Jawa, sehingga seakan-akan bumi Indonesia adalah Jawa. Jawa itu Indonesia, Indonesia itu Jawa. Padahal seluas-luasnya Pulau Jawa ia hanya seukuran 135 ribu kilometer persegi. Bandingkan luas total daratan Kalimantan plus Sulawesi ditambah Sumatera dan ditomboki Irian masih jauh lebih lebar lagi dari 1,7 juta kilometer persegi.

Dulu Belanda dan Jepang tahu benar, untuk menguasai Indonesia, kuncinya cukup menguasai Pulau Jawa. Sehingga Daendles rela "berdarah-darah" membikin jalur sepanjang seribu kilometer dari Anyer sampai Panarukan yang menelan korban jiwa 12 ribu penduduk Jawa. Itu semua ditempuh demi memuluskan penguasaan atas tanah Jawa, Indonesia seluruhnya.

Tetapi aneh, sekarang Jawa dijejali oleh 132 juta jiwa penduduk atau sekitar 60 persen dari totalitas penghuni Indonesia. Kalau diindera dari jarak jauh, kita terbang ke atas pulau Jawa; lantas kita tengok ke bawah dengan jarak 10 ribu kaki; pulau Jawa seperti seonggok kapal raksasa. Sementara di atasnya berjejal-jejal ratusan juta orang, ratusan juga mulut, 264 juta pasang kaki dan tangan. Kita tidak diberitahu, siapa dahulu kala orang genius yang menamai Pulau Jawa dengan Jawa.

Sehingga ibukota negara ini dipatok di Jakarta, tidak dibentangkan di Flores, Ternate, Banjarmasin atau Goa sana. Meski dahulu kala sempat dinomadenkan menuju Sumatra dan ke Yogya. Nyata, di Jawa dulu ada kerajaan Kahuripan, Singosari, Kediri, Majapahit, Mataram (Hindu dan Islam), kerajaan Demak, Pasundan, kerajaan Banten dan mitosnya juga banak kerajaan makhluk halus (demit, gundhul pringis, banaspati, hantu, jin, pocong, wewe ... Anda mau menambahkan nama lainnya?) bertengger di atas tanah Jawa. Sehingga terlahir legenda Nyi Roro Kidul dan semacamnya. Tetapi menelisik historisitas tanah Jawa dengan elegi dan peta sosial, budaya yang melingkupinya; Jawa memang ampuh, mahadahsyat.

Kita tengok saja dari segi istilah, Jawa. Dari konstruksi huruf Jawa tersusun makna jiwa. Ada korelasi kental-batiniah antara kata Jawa dan jiwa. Sama-sama memakai huruf "J" dan "W", memang, tetapi kohesivitas makna keduanya justru terletak pada perangkat dan daya magnetik Jawa yang berjiwa dan jiwa yang Jawa.

Dalam kamus bahasa Inggris, Jawa dikamuskan Java. Huruf "W" bermetamorfosis menjadi pangkuan "V". Fosil manusia purba, Phithecantropus Erectus (waktu SMP kerap diplesetkan dengan istilah konyol Pithe Kang Trubus, artinya sepedanya Kak Trubus) yang ditemukan di Trinil (Jawa Timur) konon oleh sebagian pihak dipercayai sebagai manusia tertua sedunia. Entah benar, entah salah atau keliru; semua masih serba abu-abu. Para sejarawan ditantang untuk menemukan jawabannya, siapakah manusia Jawa itu sesungguhnya.

Kalau di Israel ada kota bernama Java Tel Aviv, apakah itu sebuah faktor kebetulan saja? Bukankah kata Java pada Tel Aviv memiliki frase sama, susunan kata sama, idiomatik sama yakni Jawa, Java. Artinya kita bisa menyebut Kota Java Tel Aviv dengan Jawa Tel Aviv, alias Jawa-nya Israel.

Secara nalar ketatabahasaan, memang ada faktor kebetulan saja; dua pihak atau dua orang menamai sesuatu tanpa sebelumnya melakukan komunikasi lintas budaya; tiba-tiba menamai sesuatu dengan nama yang sama. Pulau Jawa dinamai Jawa-Java, ibukota Israel dinamai Java Tel Aviv-Jawa Tel Aviv.

Berarti ada pertanyaan yang pantas diajukan untuk membantu para peneliti, sejarahwan, pakar sosiologi, ahli etnografi dan begawan-begawan ilmu lainnya untuk menelusuri detil antara sejarah Jawa dan Jawa-nya Israel.

Pertanyaan telak satu, lha itu antara nama Jawa-Java dan Java Tel Aviv munculnya lebih duluan mana? Siapa yang memberi tanah Jawa dengan nama Jawa-Java dan siapa pula yang "menjenangi ketan abang" nama Java Tel Aviv. Apakah orang yang menamai dua kawasan itu sama, berbeda blas, atau berbeda dalam batas ada korelasi sosial, masih memiliki ikatan genekologis ang satu trah.

Model pertanyaan ini diajukan dalam rangka untuk menjawab -- lebih tua mana (senior mana, yunior yang siapa) antara dua nama itu, Jawa-nya dulu atau Java Tel Aviv-nya duluan? Kalau ternyata yang lebih duluan adalah nama Jawa-nya duluan; berarti anak turun penghuni "negara" Israel itu adalah cicit dari orang-orang Jawa. Penduduk Jawa adalah nenek moyang penduduk negara yang suka berkonflik dengan "negara" Palestina dan tetangga-tetangganya itu.

Jika sebaliknya yang terjadi, ternyata nama Java Tel Aviv lebih duluan (lebih tua) dari nama Jawa-Java; maka logislah kita bila kita memang anak turun dari orang-orang Israel sana. Terserah.

Pertanaan pamungkas, berarti kalau ada faktor bukan kebetulan tetapi kesengajaan; perlu dikemukakan teorema terbarukan, bukankah agama Yahudi adalah agama tertua sedunia setelah Nasrani dan Islam dan model kepercayaan lainnya. Artinya, kalau orang-orang Jawa ternyata lebih tua dari orang-orang Israel yang Yahudi, Jewish itu; bukankah kita lebih tua dari nenek moyang bangsa Yahudi, Israel.

Artinya orang-orang Jawa jauh lebih "tua, ngawu" dari orang-orang Yahudi di Israel sana. Kita pasti mafhum adanya, nenek moyang bangsa Israel adalah berpuncak nasab pada Nabi Musa. Mereka adalah "pengikut" nabi Musa, Moses. Buktinya sederhana, terminologi bahasa Jawa amat kaya dan mendetil sejagat raya. Tak ada kabudaaan, tata bahasa yang se-njlimet, sekomplektisitas bahawa Jawa.

Setiap kata dalam bahasa Jawa memiliki sinonim, padanan kata yang amat banyak berlimpah-limpah. Nah contoh, untuk satu kata "makan" saja; ada puluhan, bahkan mencapai ratusan terminologi dialektik dalam bahasa Jawa yang bermakna makan. Maem, dhahar, ngrahapi, mbadok, nedhi, sarapan, ngemil, ngunyah, nguntal, ngelek, rolasa, segeran, nyarap, mbrakot, jaburan, kembulan, kenduri, nggadhuh ... dan masih banyak lagi. Maka logika terlogisnya, untuk membikin satu terminologi kata, "makan" dalam bahasa Jawa tersebut, tentunya membutuhkan proses kesepakatan bersama yang perlu waktu sangat lama.

Coba tengok dengan bahasa lain, bagaimana dengan bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Jerman, Ibrani, Arab dan China dan ragam bahasa lainnya. Semua miskin terminologi, tak kaya diksi sekaya bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki detil-detil untuk mengungkapkan sesuatu sampai sedetil mungkin. Bahasa Inggris makan, hanya eat, breakfast. Mungkin masih bisa ditambah lagi dengan beberapa istilah, tetapi tak sebanyak bahasa Jawa.

Itu semua menunjukkan bahwa kebudayaan Jawa lebih "tua" dari kebudayaan bangsa-bangsa di dunia, bahkan budaya bangsa Israel, Yahudi. Artinya, di luar kebudayaan Jawa, semua kebudaaannya tergolong "muda". Karena bisa jadi, Jawa adalah "nenek moyang" dari Israel, simbah buyut dari Yahudi. Amat mungkin keturunan penduduk Jawa yang sekarang adalah saudara kembar dari cicit-cicit anak turun Nabi Adam, tetapi lebih tua dari Nabi Nuh.

Bisa pula, orang-orang Jawa adalah anak turun dari kakak kandung dari Nabi Nuh -- yang mampu bertahan hidup hingga usia yang ke-900 tahun. Berpeluang juga bahwa manusia pertama Adam, dulu berperadaban di Tanah Jawa, bukan di Afrika sana. Karena logiskan, dahulu belum ada pecahan benua-benua seperti sekarang ini.

Tetapi itu semua masih kawasan abu-abu, tugas para peneliti yang memiliki tanggung jawab moral untuk membantahnya atau mengiyakannya. Anda yang orang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian jangan bersedih hati karena darah Jawa tetap mengalir dalam tubuh Anda. Trah kewaskitaan Empu Tantular, Hayam Wuruk, Ki Ageng Pemanahan tetap bersemayam dalam kalbu batin Anda yang terdalam.

Percayalah dunia ada dalam genggaman Anda, kalau tidak kini, besok yang akan menuai adalah anak cucu kita juga. Ya, orang-orang Jawa itu adalah tipologi penduduk yang memiliki kesaktian mental, teknologi batiniah dan kedugdengan sprititual--yang bakal menguasai jagat ini di masa mendatang. Percayalah, percayalah, percayalah ......

Karena sebenarnya ada pepatah bijak, "Tuntutlah ilmu sekalipun sampai ke negeri China--itu keliru ketik. Mengapa? Sebab pepatah aslinya yang benar adalah : "Tuntutlah ilmu sekalipun sampai ke negeri Jawa".

Kalau dahulu, tiba-tiba salah satu hotel JW Marriot terkena teror bom, ledakan TNT (baca : Tri Nitro Toluena) bikinan teroris; apakah ada korelasi signifikan (positif atau negatif) dengan JW-nya pada hotel JW Marriot itu dengan Jawa-Java, Java Tel Avis hingga Jewish. Kan sama-sama punya idiomatik "JW"? Tinggal itu JW Marriot kepanjangan dari Jawa atau Jewish, Yahudi. Lagi-lagi, terserah sampeyan ....

Satrio Pinilih : Sri Sultankah Ia?

Oleh Emha Ainun Nadjid (Budayawan)

Ada sejumlah calon presiden sesudah Habibie. Mungkin Sri Sultan Hamengku Buwono X, mungkin Amien Rais, Nurcholish Madjid, Megawati, Wiranto atau Habibie sendiri. Kali ini kita omong soal yang Raja Yogya saja dulu. Itu pun saya batasi di wilayah "dunia batin", yang tidak bicara tentang besar kecilnya atau ada tidaknya historisitas sosiologis Hamengku Buwono X di pentas politik nasional.

Orang meributkan "Satrio Piningit". Suatu idiomatik budaya kebatinan Jawa untuk menyebut calon pemimpin nasional. Di warung, gardu, kantor, juga media massa, orang meributkannya. Ketika PDI Perjuangan berkongres di Denpasar, tulisan-tulisan di media mengarahkan telunjuknya ke putri Bung Karno itu sebagai Satrio Piningit.

Rumus yang juga diotak-atik adalah "Notonagoro", yang menata negara, yang boleh juga ditulis "Natanegara". Sesudah (Soekar)no dan (Soehar)to , yang tampil harus (entah) no atau na. Kalau nggak lengkap no-nya. Jadi, bisa juga Wiranto, Amien Rais, Nurcholish, Akbar Tandjung, Abdurrahman Wahid. Ndak usah lantas ditambah-tambahi atau dicocok-cocokkan menjadi Wirantono, Amieno atau Nurcholishno.

Dunia wisik, bisikan gaib, kasyful hijab itu memuat beribu pintu. Ada lalu lintas informasi langit yang sedemikian sunyi, wingit namun riuh rendah oleh berbagai ragam fatamorgana yang membungkus dan menyelubung petunjuk, inspirasi, ilham, hidayah, karamah, ma'unah.

Ada orang-orang yang murni menempuh riyadh agar Allah mengampuni para pemimpin dan menyelamatkan bangsa ini. Lantas mendapat petunjuk harus berwirid apa, ngaji surah apa, harus menemui siapa sampai tujuh kali. Tapi, ada juga yang ber-istighotsah memohon agar Allah mempercepat azab untuk kita semua, karena para pemimpin sejarah bangsa kita tidak bisa dididik hanya melalui darah dan air mata orang Banyuwangi, Ambon, Sambas, Singkawang dan seterusnya, melainkan harus dididik oleh darah dan air mata mereka sendiri.

Namun yang terbanyak adalah inisiatif kasyful hijab, menguak rahasia langit, sebagai respons atas obsesi mengenai kepemimpinan nasional. Di pulau seberang barat ada Imam Akhir, yang akan memandu proses pemberesan masalah di negeri ini. Di Jakarta, adanya ibunya Imam Mahdi. Di daerah timur, ada tokoh yang kabarnya beberapa tahun lagi akan dituntut oleh rakyat banyak agar memimpin negeri ini, dan sekarang beliau sedang mengoordinasikan seluruh roh yang ada di alam semesta, di mana Ratu Balkis dan Baginda Sulaiman rajin bertamu ke rumahnya. Ada juga cucunya Kiai Badal alias Kiai Semar, yang memperingatkan jangan terlalu menghujat-hujat orang yang engkau benci itu kalau tidak ingin "perjalanan gempa" akan terus berlanjut sampai menjelang tahun 2010.

Tenang aja. Kita tak usah memperdebatkannya, lebih baik Anda menghitung berapa persisnya jumlah saudara-saudara kita yang mati di Ambon, Sambas, Singkawang dan seterusnya.

Diantara banyak berita kasyaf, salah satunya memang tentang Hamengku Buwono X, yang nama aslinya Herjuno, gelarnya Pangeran Mangkubumi, yang sekarang sudah mampu melakukan kontak langsung dengan Ibu Ratu Alam alias Nyi Roro Kidul. Dalam berita ini, sang Nyai inilah bersama Bung Karno, Syeikh Maulana dan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (kesembilan), yang paling menentukan siapa presiden kita sesudah Habibie. Tokoh lain, seperti Kartosuwiryo yang tinggal di Cilacap, berperan bersama Bung Karno dan Hamengku Buwono IX serta sejumlah sesepuh pemangku negeri lain, hanya dalam hal Dana Ampera, pendaman kekayaan Nusantara, yang pada saatnya nanti akan dipakai menyelamatkan bangsa.

Bingung ya? Nggak apa-apa, namanya juga Orde Bingung. Yang kabarnya akan menjadi pemimpin nasional baru itu bukan Satrio Piningit, melainkan Satrio Pinilih.

Satrio Piningit itu bukan orang, melainkan 'ilm atau quwwah. Ia adalah wujud, tapi bukan bentuk. Ia "wahyu" (bukan dalam pengertian Quran) atau energi kekuasaan yang akan merasuk ke dalam diri manusia yang diistilahkan Satrio Pinilih. Bahasa Arabnya : Rajulun Mukhtar.

Alkisah, menurut berita ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X inilah Satrio Pinilih. Di atas Keraton Yogya, sekarang ini sudah manjing bukan hanya "wahyu" Satrio Piningit, melainkan juga tiga energi langit lainnya. Yakni, pertama "wahyu" Ratu Adil Trenggalek. Bukan kota Trenggalek, melainkan suatu sasmita aji, ilmu dasar yang mengawinkan kekuasaan dengan keadilan. Kedua, "wahyu" Nuswantoro Abang Putih, yang selama ini digembalakan oleh roh Ndoro Purbo yang makamnya di Semaki, Yogya. Ketiga, "wahyu" Dwitunggal, dua tongkat milik Bung Karno dan Hamengku Buwono IX yang menyatu dan menjadi acuan desain Monas.

Akan tetapi, Hamengku Buwono X harus bekerja keras mengubah, mengembangkan dan mematangkan dirinya untuk benar-benar nantinya mampu menyangga kekuatan-kekuatan itu. Ia butuh dua penyangga : Sodo Lanang dan Dahono Mulat.

Apa lagi ini? Pokoknya, dengerin aja : sodo itu lidi. Lang itu lelaki. Perlambang dari kekukuhan menancapknya akar, sekaligus ia berujung jalu, alias taji, melambangkan kesaktian. Sodo itu harus disepuh dengan galih asem. Adapun Dahono Mulat itu semacam Pusaka Api Abadi. Secara tradisional dan turun-temurun di Keraton Yogya api abadi adalah Kiai Wiji. Tetapi, Hamengku Buwono X mencarinya sendiri dan menemukan pusaka api Kiai Pamurasan yang dalam upacara Gelar Budaya beberapa tahun yang lalu di Keraton Yogya dipergunakan untuk menyalakan 99 obor Asmaul Husna.

Sekarang ini, Indonesia sedang mengalami "musim salju". Banyak orang bikin patung-patung salju, bermain-main kesementaraan dan kesemuan. Mereka berjalan ke masa silam, tenggelam dalam kebekuan, patung saljunya nanti meleleh. Sebagian yang lain diam-diam menyiapkan benih-benih yang nanti pada "musim semi" akan sudah mulai tumbuh tanamannya. Anda sendiri yang memutuskan apakah hal Hamengku Buwono X ini patung salju atau persemaian benih masa datang.

Selasa, Oktober 06, 2009

Toko dalam Toko Kelontong

Oleh : Emha Ainun Nadjib

Dalam forum Maiyahan, tempat pemeluk berbagai agama berkumpul
melingkar,sering saya bertanya kepada forum: "Apakah anda punya
tetangga?". Dijawab serentak "Tentu punya"
"Punya istri enggak tetangga Anda?" "Ya, punya doooong"
"Pernah lihat kaki istri tetangga Anda itu?" "Secara khusus, tak
pernah melihat "
"Jari-jari kakinya lima atau tujuh? " "Tidak pernah memperhatikan"
"Body-nya sexy enggak?" Hadirin tertawa lepas.
Dan saya lanjutkan tanpa menunggu jawaban mereka: "Sexy atau tidak
bukan urusan kita, kan? Tidak usah kita perhatikan, tak usah kita amati,
tak usah kita dialogkan, diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja".
Keyakinan keagamaan orang lain itu ya ibarat istri orang lain. Ndak
usah diomong-omongkan, ndak usah dipersoalkan benar salahnya, mana yang
lebih unggul atau apapun. Tentu, masing-masing suami punya penilaian
bahwa istrinya begini begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah
disimpan didalam hati.
Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia
menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa Islam
itu
benar, ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi orang Islam, agama
lain itu salah. Justru berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi,
sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja didalam hati, jangan
diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau
pertengkaran. Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri,
dan jagalah kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan
mencintai istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih
mancung hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak
pakai
dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama
tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya.
Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal motornya
gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama Katolik untuk
mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor yang sebelah sana
karena
baju misanya kehujanan, padahal waktunya mendesak, ia boleh pinjam baju
koko tetangganya yang NU maupun yang Muhamadiyah. Atau ada orang
Hindu kerjasama bikin warung soto dengan tetangga Budha, kemudian
bareng-bareng bawa colt
bak ke pasar dengan tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.
Tetangga-tetangga berbagai pemeluk agama, warga Berbagai parpol,
golongan, aliran, kelompok, atau apapun, silakan bekerja sama di bidang
usaha
perekonomian, sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor
teologi masing-masing. Bisa memperbaiki pagar bersama-sama, bisa gugur
gunung membersihi kampung, bisa pergi mancing bareng bisa main gaple dan
remi bersama.
Tidak ada masalah lurahnya Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya
Hindu, kebayannya Gatholoco, atau apapun. Jangankan kerja sama dengan
sesama manusia, sedangkan dengan kerbau dan sapi pun kita bekerja sama
nyingkal dan nggaru sawah. Itulah lingkaran tulus hati dengan hati.
Itulah Maiyah.

Panti Asuhan Balita butuh bantuan

Ada sebuah panti asuhan khusus BALITA yang sangat membutuhkan bantuan.
Lokasi panti ini di daerah Cipayung Jakarta Timur. Ada 59 orang anak BALITA disana (semua dibawah 5 tahun) diantara itu ada 17 orang bayi dibawah 1 thn dan ada 7 bayi yang berusia 1 bulan.

Pengasuh panti sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk susu formula (SGM 1), pampers, makanan bayi usia 4 bln keatas, Rinso,Molto, Beras, gula pasir dan tentu saja uang tunai.
Selama ini mereka memperolah dana dari PEMDA yang tentu saja tidak pernah cukup untuk membiayai anak2 malangitu, Biaya untuk uang makan per anak/hari Rp 7500 dan ini seringkali sulit didapat. Sayangnya Panti Asuhan ini tidak memiliki rekening Bank untuk penyaluran bantuan.












Sayang sekali juga pihak RS pemerintah (dalam hal ini langganan mereka adalah RSUD Pasar Rebo) tidak memberikan keringanan apapun untuk biaya pengobatan. contohnya sewaktu ada seorang bayi yang dibuang di tong sampah (namanya Agus Prapto) sakit dan demam, pihak panti tidak bisa membawa ke RS karena tidak ada uang sama sekali.



Jika ada yang berniat menyalurkan bantuan silahkan datang ke :

Ibu Tarsih / Ibu Budi
Jl.Bina Marga No. 79 Cipayung Jakarta Timur
Phone (021) 844-5651

Akan sangat berarti semua bantuan yang Anda maupun relasi-relasi Anda berikan. Semoga Allah yang akan membalas seluruh kebaikan Anda semua.

Bupati Mau Bongkar Borobudur Untuk Bangun Mesjid!!

Sumber : STOP : Bupati Mau Bongkar Borobudur Untuk Bangun Mesjid! Facebook Forum


Bupati bertanggung jawab atas penghasilan rakyat di wilayahnya, kalo tak ada yang berkeberatan candi Borobudur itu dibongkar dan dibangun Mesjid terbesar di Asia, juga bisa anda bayangkan besarnya uang zakat dan infaq yang bisa dikumpulkannya !!! Cukup atas dasar ini, anda boleh mewawancarai sang Bupati dan juga pihak Unesco.
Kalo anda mau berita yang lebih detail, tanyakan langsung ke Unesco, dan juga ke bapak Bupati itu sendiri. Kalo harian Merdeka menggunakan kata2 yang samar, saya langsung membuka dengan kata2 yang sebenarnya untuk lebih jelas anda memahaminya.

Tulisan saya tetap dinamakan opini meskipun ada sumber beritanya, baik
dari sang Bupati langsung yang saya telepon maupun pihak Unesco, namun
sumber berita mulanya tetap adalah surat kabar Merdeka karena apa yang
saya dapatkan dari sang Bupati dan pihak Unesco tidak mungkin saya
tulis seutuhnya. Jadi kalo mau tahu sumbernya, tetap saja dari koran
Merdeka ini tanpa berita koran tak mungkin saya cari infonya.



> > > Bupati Mau Bongkar Borobudur Untuk Bangun Mesjid
> > > Akbar !!!
> > >
> > > Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto telah
> > > mengajukan proposalnya
> > > kepada Unesco untuk membatalkan atau menghapuskan
> > > pengakuan lembaga
> > > dunia ini yang memasukan Borobudur kedalam satu dari
> > > 7 keajaiban dunia
> > > yang wajib dilindungi. Akibat anggapan yang sesat
> > > ini, menurut
> > > Bupati, Indonesia tidak bisa membongkar candi
> > > Borobudur untuk
> > > membangun Shopping Center yang lebih mengakomodasi
> > > kepentingan masyarakat.
> > >
> > > Bupati Magelang ini yang juga merupakan bekas murid
> > > terbaik dari Haji
> > > Abu Bakar Basyir, menjelaskan dengan secara terbuka,
> > > bahwa pada
> > > kenyataan penduduk sekitar Borobudur semuanya adalah
> > > muslim yang
> > > mengharamkan candi Borobudur. Demikian, sebagai
> > > umat Islam kami
> > > menolak kehadiran pusat penyembahan berhala yang
> > > diharamkan dalam
> > > AlQuran dan Islam. Sebagai umat Islam, kita tak
> > > bisa tawar menawar
> > > dalam memberi peluang penyebaran ajaran2 yang
> > > menyembah berhala
> > > ditanah air kita. Candi Borobudur merupakan krikil
> > > yang menodai
> > > keyakinan umat Islam ditanah airnya sendiri. Candi
> > > Borobudur se-mata2
> > > hanyalah kebanggaan orang2 kafir yang sudah bukan
> > > lagi pada tempatnya
> > > karena hal itu merupakan hinaan terhadap keimanan
> > > Islam di tanahnya
> > > sendiri.
> > >
> > > Demikianlah Bupati Magelang telah mengajukan
> > > proposal untuk menarik
> > > keluar anggapan Borobudur yang tidak ajaib ini
> > > sebagai satu dari 7
> > > keajaiban dunia yang cendrung merupakan konspirasi
> > > orang2 kafir untuk
> > > merusak akidah Islam itu sendiri. Karena akibat
> > > dimasukkannya
> > > Borobudur sebagai satu dari 7 keajaiban dunia,
> > > pemerintah RI
> > > diwajibkan untuk melindunginya dibawah pengawasan
> > > Unesco bahkan biaya
> > > pemeliharaan Candi kafir ini langsung ditangani
> > > Unesco sehingga
> > > mengdholimi kedaulatan umat Islam di Indonesia.
> > > Menurut Bupati, kita
> > > menuntut kepada Unesco untuk membangun Shopping
> > > Center hanyalah
> > > sebagai strategi, karena setelah kedaulatan itu bisa
> > > kembali ketangan
> > > umat, kita bisa mengganti project Shopping Center
> > > yang biayanya dari
> > > Unesco itu untuk dialihkan menjadi projek
> > > pembangunan MESJID AKBAR
> > > yang lebih mengakomodasi kebutuhan umat nantinya di
> > > akhirat.
> > >
> > > Demikianlah berita dari Surat Kabar Merdeka online
> > > dibawah ini.


> > Saya cuma mau ingatkan ke Pak Bupati,
> > Pak Bupati tentu punya Ayah, dan Ayahnya Pak Bupati
> > Punya Ayah lagi (Kakek) dan dia punya Ayah lagi, dan
> > punya Ayah, punya ayahlagi dan seterusnya.....nah
> > salah satu dari mereka pada saatnya ikut membangun
> > Borobudur ini,,,,jadi yang membangun borobudur itu
> > bukan siapa siapa....toh leluhur kita juga....yang
> > pasti pada saat itu Kafir....jadi kita semua....semua
> > !! ...adalah keturunan kafir....ada yang salah....????
> > TIDAK !!!!
> > buatlah itu menjadi kenangan dari mana Pak Bupati
> > Berasal....ngga usah doibongkar Pak.


> Warisan Dunia
> Posisi Borobudur Tetap Tak Akan Tergoyahkan
>
>
> Jakarta, Kompas - Posisi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya
> dunia atau world culture heritages yang ditetapkan oleh UNESCO (Organisasi

> PBB untuk bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) tidak
> tergoyahkan.
>
> "Sekali ditetapkan, maka status itu terus berlaku. Adapun pemungutan
> suara yang diadakan sebuah yayasan berbasis di Swiss terkait pemilihan
tujuh
> keajaiban dunia versi baru tidak ada kaitannya dengan UNESCO," kata Ketua
> Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman akhir pekan
> lalu.
>
> Seperti diberitakan sebelumnya, saat ini tengah berlangsung semacam
> kompetisi global untuk memilih tujuh keajaiban dunia versi baru yang
> melibatkan sekitar 20 juta orang di dunia. Mekanismenya dengan memasukkan
> pilihan mereka lewat internet dan telepon. Kampanye bertajuk "New 7
Wonders
> of the World" itu dimulai sejak tahun 1999 oleh seorang petualang asal
> Swiss, Bernard Weber, dengan sekitar 200 nomine yang masuk dari seluruh
> dunia. Ratusan nomine itu lalu diperas menjadi 21 finalis, di mana
Borobudur
> tidak termasuk sebagai finalis.
>
> Menurut Arief Rachman, setelah Borobudur ditetapkan sebagai warisan
> dunia oleh UNESCO, status itu tidak akan dicoret. "Bahkan, kalaupun
> Borobudur sampai runtuh dan hanya tersisa sebuah batu pun, candi itu tetap

> dianggap sebagai warisan dunia," ujarnya.
>
> Dengan masuk daftar sebagai warisan budaya dunia, masyarakat
> internasional ikut membantu pelestarian candi tersebut. Terdapat pula
> bantuan biaya perawatan rutin.
>
> Penetapan sebagai warisan dunia juga dengan kriteria tertentu, antara
> lain terkait isi, makna, proses, dampak, dan segi keindahan situs yang
akan
> dijadikan warisan dunia tersebut.
>
> Bagi masyarakat intelektual, Borobudur sudah tidak asing lagi.
> Terlebih lagi bagi masyarakat di negara dengan kemiripan jejak peradaban
> atau mereka yang secara spiritual memiliki kedekatan dengan candi
tersebut.
>
> Untuk itu, Arief Rachman mengingatkan agar promosi terhadap Borobudur
> terus ditingkatkan agar semakin dikenal di dunia internasional. Demikian
> pula dengan pengelolaan dan pelestariannya. Terlebih lagi dengan adanya
> otonomi daerah.
>
> "Kepentingan ekonomi dari candi tersebut tidak boleh melanggar
> kepentingan pelestariannya. Selama ini penjagaan terhadap Borobudur masih
> sangat serius," ujarnya.
>
> Tidak jelas
>
> Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menilai bahwa voting
> tersebut diselenggarakan secara bebas dan kriteria pemilihan tujuh
keajaiban
> dunia versi baru itu pun tidak jelas.
>
> "Belum tentu karena tidak terpilih dalam voting itu lantas Borobudur
> kurang populer. Kesan masyarakat dunia terhadap bangunan-bangunan yang
> bersejarah atau monumental juga tentu berbeda atau bergantung selera.
> Padahal, yang memasukkan calon-calon keajaiban dunia itu masyarakat
> langsung. Saya khawatir masyarakat Indonesia terkecoh dengan voting itu,"
> katanya.
>
> Popularitas Borobudur sendiri diyakini tetap tinggi dan jangan sampai
> Borobudur turun tingkatnya hanya karena voting yang berbasis responden
> tersebut. Apalagi kalau sampai kebanggaan masyarakat Indonesia terhadap
> Borobudur menguap, lebih-lebih bila sampai memengaruhi minat berkunjung ke

> Borobudur.
>
> Bagi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata sendiri, kata Jero Wacik,
> Borobudur bersama Prambanan masih termasuk dalam peringkat pertama dalam
> kegiatan promosi pariwisata. (INE)

Kamis, Oktober 01, 2009

Gempa di Padang

Rabu, 30 September 2009 sekitar pukul 17:16 telah terjadi gempa bumi di Padang sebesar 7,6. Wah bencana yang susul menyusul di wilayah Indonesia. Memang menurut Wikipedia, Indonesia berada di antara pertemuan 2 lempeng dunia besar patahan. Tapi apakah betul semata-mata hanya karena fenomena alam belaka? Ataukah karena kesalahan, keserakahan dan kelalaian yang telah dilakukan oleh manusia sendiri? Seharusnya dengan adanya musibah demi musibah yang melanda kita harus lebih introspeksi diri. Alam saja bisa sedemikian 'marah' nya apalagi Allah SWT? Semua kembali ke pribadi kita masing-masing.

Hari ini pengukuhan Batik oleh UNESCO

Sumber : DetikNews

Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) hari ini, Jumat (2/10/2009) menetapkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Hari yang dinanti-nantikan oleh seluruh penduduk ini pun dijadikan sebagai hari batik.

Rencananya, pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata, Mohammad Nuh yang ditemui di Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009) lalu.

"Pengukuhan batik Indonesia oleh UNESCO akan dilakukan kurang lebih pada pukul 20.00 WIB dan Presiden akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB" kata M Nuh.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memakai batik pada 2 Oktober secara serentak. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Seruan ini pun langsung diikuti oleh para kepala daerah di Indonesia.

Tak cuma itu, Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia (PPIM) tidak ketinggalan mengimbau para pelajar Indonesia yang ada di Malaysia untuk menggunakan batik.

"Bersama ini kami ingin menyampaikan berita dan himbauan bahwa Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia sedang menggiatkan program yang kami namakan 'BERDUA BERBATIK' yang merupakan kepanjangan dari “bersama di dua Oktober berbatik"," ujar Ketua Umum PPIM Abdullah Abbas.

Para penjual baju batik pun mendapatkan rejeki dari keputusan UNESCO ini. Karena antusiasme masyarakat untuk memakai batik makin meningkat, batik yang mereka jual pun laris manis bak kacang goreng saja. Hal ini setidaknya terjadi di salah satu toko penjual batik di Pasar Atom Tahap I lantai I, Surabaya.

Soal batik yang akan menjadi hak milik resmi Indoensia ini, negeri Jiran yang juga mengklaim batik, Malaysia sebenarnya tidak tinggal diam. Mendengar UNESCO akan mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, Wakil PM Malaysia, Tan Sri Muhyiddin Yassin menyatakan pihaknya akan mempelajari keputusan UNESCO tersebut. Namun hingga detik ini belum diketahui apakah niat Malaysia tersebut berhasil.

Proses pengukuhan batik Indonesia cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada tanggal 9 Januari 2009. Tahap selanjutnya adalah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009.

Ke mana pun Anda pergi hari ini, pakai batik yuk!

-- Mudah-mudahan bisa diikuti oleh kebudayaan yang lain juga kuliner tanah air yang lain untuk dipatenkan

Jumat, Agustus 21, 2009

Aplikasi Pemantauan Titik Panas

Aplikasi ini dipergunakan oleh Kementrian Lingkungan Hidup untuk memantau banyaknya kebakaran yang terjadi di Indonesia khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Hasil laporan akan dilihat per minggunya dalam bentuk grafik baik untuk tiap propinsi maupun akumulasi dari tiap propinsi tiap tahunnya. Selain itu ada juga laporan dalam bentuk grafik untuk akumulasi tiap tahun untuk masing-masing wilayah.

Sebelum menggunakan aplikasi ini user diminta untuk login terlebih dahulu. Dari login tiap user ini sudah dibedakan apakah user tersebuh hanya bisa untuk mengakses data-data untuk wilayah Sumatera atau untuk wilayah Kalimantan.

Khusus untuk user yang bertindak sebagai Administrator lah yang mempunyai akses untuk membuka data-data baik untuk wilayah Sumatera maupun untuk wilayah Kalimantan.
Selain itu, Administrator pun mempunyai hak untuk mengelola user yang di-izinkan untuk mengakses aplikasi ini.

Setelah user login akan menuju menu utama dari aplikasi ini sebagai berikut :

Pada sub-menu Master Data merupakan menu untuk pengelolaan data-data seperti Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa dan daftar perusahaan yang memiliki HPH, HTI.
Sub menu Entry Data digunakan untuk menambah, menghapus atau merubah data-data tentang HotSpot.
Sub menu Laporan berisi laporan-laporan dalam bentuk tabel excel maupun dalam bentuk grafik baik untuk tiap propinsi maupun untuk tiap wilayah. Selain itu terdapat pula laporan grafik kumulatif baik untuk tiap propinsi maupun untuk tiap wilayah.

Bentuk laporan grafik tampak sebagai berikut :